![]() |
| [Tumpukan sampah di tepi pemukiman bantaran Cikapundung, sekitar Curug Dago] |
"Apapun makanannya, minumnya tetap teh ….'tiiit' …." #sensor.
Ini adalah iklan (yang disensor) tentang satu produk minuman ringan yang bisa menyertai apapun makanan yang dikonsumsi. Jika kita gunakan untuk sekedar refleksi atas cara kita makan dan semua tetek-bengek terkait konsumsi, maka kira-kira akan jadi kalimat tanya seperti ini:
"Apapun makanannya, lantas sampahnya bagaimana?"
Ya, apapun makanannya, dan dimanapun tempatnya, maka yang kerap menyisakan persoalan dan luput dari jangkauan kepedulian kita adalah 'bagaimana dengan sampahnya?'. Apakah hanya cukup dibuang, dibuang, dan dilupakan ?

