Agenda Terkini:

LPTT Bandung mengajak anda mahasiswa (S1 & S2) untuk terlibat menjadi RELAWAN Lingkungan bersama LPTT Bandung. Informasi/Pendaftaran: 08170213972 / @LPTT_Bandung

Sabtu, 08 Februari 2014

Pengurus Osis Belajar Bank Sampah



Siswa yang Sedang Simulasi Bank Sampah
Mengatasi persoalan sampah mesti ditanamkan mulai dari usia dini, keinginan untuk menanamkan rasa cinta lingkungan terutama pengelolaan sampah  pulalah yang menjadi motivasi pihak SMP Al-Falah Dago mengundang Team LPTT untuk berbagi mengenai cara mengelola sampah.
Sampah yang dapat dikelola secara mandiri umumnya terbagi kepada dua jenis yaitu; Organik dan an-Organik, sekitar 30 anggota OSIS belajar bersama dengan team LPTT tentang pengelolaan sampah, sampah organik dapat diperlakukan dengan teknologi biokomposter sedangkan sampah an-organik dapat dimanfaatkan dengan metode Bank Sampah.
Antusiasme pengurus OSIS SMP Al-Falah Dago ketika mengikuti pelatihan pengelolaan sampah terlihat kala team LPTT mengajak mereka untuk berkenalan dengan code jenis plastic dan simulasi bank sampah, sebagian peserta menjadi pengurus bank sampah: penimbang, pencatat dan packaging, yang lain berperan sebagai nasabah penyetor sampah, sampahnya pun diambil dari lingkungan sekolah dan tempat sampah sekolah, kegiatan menjadi lebih ‘heboh’ kala pengurus OSIS berdebat mengenai sampah apa saja yang dapat disetor dan diterima bank sampah.
Kegiatan yang dilakukan hari sabtu 8 februari 2014 ini diharapkan mampu mengedukasi OSIS SMP Al-Falah tuk jadi pelopor rekan-rekannya dalam mengelola sampah dengan metode yang sederhana, kabarnya sebagai rencana tindak lanjut akan dibentuk bank sampah secara resmi dengan kepengurusan dari pengurus OSIS SMP Al-falah. (Hadi Zan)
* * * 

Selasa, 28 Januari 2014

Koordinasi Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri 2014


Masih terkait dengan Adiwiyata, BPLH Kota Bandung mengadakan koordinasi beberapa sekolah yang termasuk kandidat adiwiyata mandiri. Koordinasi ini dimaksudkan agar para pendamping mengetahui sekolah binaannya untuk mencegah terjadinya tumpang tindih antar sekolah, selain itu pada akhirnya tim pendamping adiwiyata akan mengetahui sekolah mana saja yang akan dibina menuju sekolah adiwiyata tingkat kota (sebagai tahap awal).

Kegiatan diselenggarakan di Ruang Rapat BPLH Kota Bandung pada hari Selasa, 28 Januari 2014 pukul 09.00 - 12.00 WIB. Peserta atau yang menghadiri koordinasi ini terdiri dari 25 Sekolah (19 Sekolah Adiwiyata Nasional & 6 Sekolah Adiwiyata Mandiri) dan team LPTT.

Pada saat sesi berlangsung ada satu hal yang menarik yaitu adanya koordinator sekolah hijau yang kebingungan, perlu diketahui bahwa sekolah hijau merupakan program sekolah yang langsung diberikan SK oleh pemerintah Kota Bandung, sekolah-sekolah tersebut kebingungan karena disatu sisi mereka akan melangkah menuju sekolah adiwiyata mandiri, di sisi lain mereka (sekolah) harus melaksanakan yang diberikan oleh program sekolah hijau.

Upaya koordinasi ini akan ditindaklanjuti dengan diadakannya workshop penyusunan portofolio, dibuatkan Surat Keputusan oleh Ketua tim Adiwiyata Tingkat Kota (Kepala BPLH Kota Bandung) dan dilaksanakannya pendampingan lapangan. (Hadi Zan)

Senin, 27 Januari 2014

Menuju Adiwiyata Mandiri: Berbagi Pengalaman SMAN 19 Bandung

[Sesi pemaparan sekolah Adiwiyata dari SMAN 19 Bandung]
Senin, 27 Januari 2014 Tim Sekolah Hijau (Green School) LPTT menghadiri undangan kegiatan Koordinasi dan berbagi pengalaman menuju sekolah adiwiyata mandiri bertempat di SMAN 19 Bandung.

Kegiatan yang diselenggarakan SMAN 19 ini diikuti sekolah-sekolah dampingannya, antara lain: SMAN 1, SMKN 5, SMKN 15, SMA YWKA, SMPN 12, SMPN 52, SMPN 35, SMPN 45, SMPN 53, SD CISITU 1 & 2, SDN SUKALUYU, SDN TILIL, SDN NEGLASARI.

Kamis, 05 Mei 2011

“Bandung Green School” Diterapkan di SD dan SMP


BANDUNG, (PR).-

Setelah Program Bandung Green and Clean (BGG), Kota Bandung akan didukung oleh program baru, Bandung Green School (BGS). BGS akan diterapkan di SD dan SMP untuk mendukung program berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kota Bandung.
Menurut Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung Ahmad Rekotomo, selama ini sekolah sudah menerapkan pola kebersihan yang baik. Selain untuk mengikuti berbagai lomba kebersihan, sekolah juga berkomitmen untuk pelestarian lingkungan.

“Hanya, biasanya kebersihan masih dilakukan oleh petugas sekolah ataupun guru dan kepala sekolah. Sementara pelajar masih harus ditumbuhkan rasa inisiatif dalam mengelola lingkungannya,” ujarnya, saat sosialisasi BGS, di Aula Mang Ohle, Bandung, Rabu(4/5). Pada Sosialisasl tersebut hadir pula Manager Community and Consumer Relations Pikiran Rakyat Refa Riana, serta Kepala Lembaga Penerapan Telmologi Tepat (LPTT) Rohadjie Tri W.
Program BGS merupakan hasil kemitraan antara Pikiran Rakyat bersama BPLH Kota Bandung, LPTT, Unilever, dan Rase FM.

Rekntomo menuturkan, penerapan BGS tidak dijadikan mata pelajaran khusus. ”Soal Cara menjaga kebersihan yang benar, dipraktikkan dan dicontohkan langsung oleh guru kepada siswa,” tuturnya.

Peserta sosialisasi itu, adalah sekolah agar dapat mentransformasikam pendidikan pengelolaan linkungan hidup yang baik kepada para siswa.
Imbasnya, diharapkan pola hidup sehat dan bersih akan memengaruhi warga lingkungan sekitar sekolah.

“Kegiatan BGS ini nantinya akan menunjang suksas kegiatan BGC, dalam upaya mangubah perilaku menjadi cinta akan kebarsihan, panghijauan dan barsahabat dangan sampah,” tutur Rekotomo.

Menurut Kapala LPTT Rohadjie Tri W., penekanan BGS ditujukan bagi siswa agar dapat diterapkan secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa juga nantinya akan menjadi agen parubahan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pelajar SD dan SMP ini merupakan generasi penting dalam usaha menjaga lingkungan. Ketika program ini diterapkan, diharapkan para pelajar akan menjadi kader yang ikut mengampanyekan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekitar meraka,” ucapnya.

Sementara itu, Community & Consumer Relation Manager Pikiran Rakyat Rofa Riana menuturkan, program pelestarian lingkungan hidup akan terus didukung oleh Pikiran Rakyat.

Kemitraan BGS merupakan lanjutan komitmen Pikiran Rakyat terhadap program peningkatan kualitas lingkungan hidup sebelumnya yakni BGC, serta program lainnya.
“Kami siap memfasilitasi pihak-pihak yang ingin menunjang program pengelolaan lingkungan hidup,” ujarnya. Labih lanjut Refa mengatakan, Pikiran Rakyat juga barkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan hidup yang tepat dan lebih baik. (A-196)***



* * *


“Bandung Green School” Diterapkan di SD dan SMP

Logo Program Bandung Green School
 
BANDUNG, (PR).-
Setelah Program Bandung Green and Clean (BGG), Kota Bandung akan didukung oleh program baru, Bandung Green School (BGS). BGS akan diterapkan di SD dan SMP untuk mendukung program berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan hidup di Kota Bandung.
Menurut Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung Ahmad Rekotomo, selama ini sekolah sudah menerapkan pola kebersihan yang baik. Selain untuk mengikuti berbagai lomba kebersihan, sekolah juga berkomitmen untuk pelestarian lingkungan.
“Hanya, biasanya kebersihan masih dilakukan oleh petugas sekolah ataupun guru dan kepala sekolah. Sementara pelajar masih harus ditumbuhkan rasa inisiatif dalam mengelola lingkungannya,” ujarnya, saat sosialisasi BGS, di Aula Mang Ohle, Bandung, Rabu(4/5). Pada Sosialisasl tersebut hadir pula Manager Community and Consumer Relations Pikiran Rakyat Refa Riana, serta Kepala Lembaga Penerapan Telmologi Tepat (LPTT) Rohadjie Tri W.
Program BGS merupakan hasil kemitraan antara Pikiran Rakyat bersama BPLH Kota Bandung, LPTT, Unilever, dan Rase FM.
Rekntomo menuturkan, penerapan BGS tidak dijadikan mata pelajaran khusus. ”Soal Cara menjaga kebersihan yang benar, dipraktikkan dan dicontohkan langsung oleh guru kepada siswa,” tuturnya.
Peserta sosialisasi itu, adalah sekolah agar dapat mentransformasikam pendidikan pengelolaan linkungan hidup yang baik kepada para siswa.
Imbasnya, diharapkan pola hidup sehat dan bersih akan memengaruhi warga lingkungan sekitar sekolah.
“Kegiatan BGS ini nantinya akan menunjang suksas kegiatan BGC, dalam upaya mangubah perilaku menjadi cinta akan kebarsihan, panghijauan dan barsahabat dangan sampah,” tutur Rekotomo.
Menurut Kapala LPTT Rohadjie Tri W., penekanan BGS ditujukan bagi siswa agar dapat diterapkan secara tepat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa juga nantinya akan menjadi agen parubahan di lingkungan tempat tinggalnya.
“Pelajar SD dan SMP ini merupakan generasi penting dalam usaha menjaga lingkungan. Ketika program ini diterapkan, diharapkan para pelajar akan menjadi kader yang ikut mengampanyekan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan sekitar meraka,” ucapnya.
Sementara itu, Community & Consumer Relation Manager Pikiran Rakyat Rofa Riana menuturkan, program pelestarian lingkungan hidup akan terus didukung oleh Pikiran Rakyat.
Kemitraan BGS merupakan lanjutan komitmen Pikiran Rakyat terhadap program peningkatan kualitas lingkungan hidup sebelumnya yakni BGC, serta program lainnya.
“Kami siap memfasilitasi pihak-pihak yang ingin menunjang program pengelolaan lingkungan hidup,” ujarnya. Labih lanjut Refa mengatakan, Pikiran Rakyat juga barkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan hidup yang tepat dan lebih baik. (A-196)***