Agenda Terkini:

LPTT Bandung mengajak anda mahasiswa (S1 & S2) untuk terlibat menjadi RELAWAN Lingkungan bersama LPTT Bandung. Informasi/Pendaftaran: 08170213972 / @LPTT_Bandung

Kamis, 01 Oktober 2015

Peresmian Pilot Biodigester Pasar Induk Gedebage



 Wakil Menteri KLHK yang diwakili Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Nur Masripatin, bersama Kepala BPLH Kota Bandung, Hikmat Ginanjar, dan Perwakilan ADB, Ancha Srinivasan, Rabu (23/09) meresmikan Kegiatan Pilot Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim untuk mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dari Sampah Kota (Municipal Solid Waste) di Kota Bandung dengan Menggunakan Teknologi Pencernaan Anaerobik.  Peresmian yang bertempat di Lokasi Pilot Project ini turut dihadiri oleh BPLHD Jabar, KLH Bandung Barat,PD Kebersihan, PD Pasar Bermartabat dan Koperasi Pedagang Pasar Gedebage.
 
Gunting Pita Peresmian


 
Foto Bersama
Pilot Biodigester Pasar Induk gedebage merupakan Biodigester kapasitas terbesar pertama di Indonesia dengan bahan baku sampah organik pasar.Kegiatan percontohan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan lembaga lokal tentang cara-cara untuk mengurangi perubahan iklim dari sektor limbah dan  meningkatan kapasitas pemerintah dan lembaga lokal/masyarakat Indonesia untuk memahami , merencanakan dan melakukan kegiatan mitigasi perubahan iklim di sektor limbah.

Berdasarkan hasil pengamatan dari PD Pasar Bermartabat, setiap harinya sampah dari pasar Induk Gedebage yang dibuang ke TPA sebanyak 25,25 m3/hari, dimana 70% adalah sampah organik pasar. Berdasarkan penilaian dari Indonesia Second National Communication, sampah kota telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca (GHG). MSW berkontribusi pada emisi gas rumah kaca utama berupa metana ( CH4 ) dan karbon dioksida ( CO2 ).

Penerapan sistem pencernaan anaerobik (biodegester) dalam pilot ini diharapkan mampu mengolah sampah organik pasar 2 ton/hari (660 ton/tahun). Sistem pencernaan anaerobik adalah sistem bahan organic decomposer tanpa kehadiran oksigen. Proses ini terjadi karena adanya mikroorganisme anaerobik yang mengubah komponen yang mengandung karbon menjadi biogas, yang terdiri dari gas terutama metana (CH4), karbon dioksida (CO2), dan sejumlah kecil gas-gas lainnya. Sisa dari proses mengandung bahan organik yang dapat dipisahkan menjadi fraksi cair dan padat. Sebagian fraksi cair dapat digunakan kembali dalam proses pencernaan di reaktor dan sebagian lagi untuk pupuk cair. Fraksi padat yang telah melalui proses aerobic dapat dijadikan pupuk kompos.Selain itu, biogas yang dihasilkan dalam proses anaerobik ditampung dalam penampung gas dapat dimanfaatkan untuk menyalakan kompor, menghidupkan generator, dan lampu gas. 


Reaktor A & B
Gas Holder

Permasalah Sampah Kota (Municipal Solid Waste) dan isu perubahan iklim menjadi perhatian bersama. Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca pada tahun 2020 sebesar 26 persen dengan upaya sendiri, dan 41 persen dengan dukungan internasional. Oleh karena itu dibutuhkan “kerja bersama” antar stakeholder untuk menangani permasalahan sampah di setiap daerah.

2 komentar:

  1. Kegiatan pembangunan tahun 2014, belum optimal pemangaatannya

    BalasHapus
  2. Kegiatan pembangunan tahun 2014, belum optimal pemangaatannya

    BalasHapus